Showing posts with label Drh Koes fatmawati. Show all posts
Showing posts with label Drh Koes fatmawati. Show all posts

Tips : P3K untuk kucing yang terluka!

Friday, July 7, 2017

Kali ini aku mau membahas lanjutan cerita aku mengenai kucing kaki tiga kesayangan yiatu, Mr. Patah yang beberapa bulan lalu kembali di operasi kaki belakangnya.

Baca ceritanya disini : Dokter Hewan C. Koesharyono : Mr. Patah sakit!

Keadaan Mr. Patah, setelah 1 bulan di operasi alhamdulillah membaik, dan ternyata dia enggak kena penyakit kuning but dia alergi obat penambah nafus makan yang diberikan yaitu Curcuma Plus haha jadi lucu sendiri, aku panik takut Mr. Patah kena penyakit ginjal atau apalah sampai badan dia kuning (kaki yang habis di operasi kan botak ya, jadi terlihat sekali kuningnya) ternyata warna kuningnya dari obat penambah nafsu makan! 

Karena aku takut juga, aku berhentiin Mr. Patah minum Curcuma Plus, alhamdulillah juga selama memelihara Mr. Patah dia gak pernah ga nafsu makan walaupun lagi sakit panas/luka. Setelah berhenti minum Curcuma Plus warna kuning ditubuhnya berlangsung hilang, horey!

Tapi...... setelah luka bekas operasi hampir sembuh Mr. Patah bandel lagi!!!!
yawla aku kesel banget ya, dia itu pengen banget jadi penguasa daerah rumah, jadi kerjaanya setiap hari berantem ngelawan kucing lain yang mau juga menguasai daerah rumah hhh dan ya luka lagi kaki belakangnya, tepat di jaitan operasinya. 
jadi jaitannya terlepas lagi. good job Mr. Patah.  


Ya begitulah kira-kira lukanya, sebenernya lukanya lebih parah berdasar sampai netes-netes gitu. Gak sempet foto juga karena super panik, soalnya pas kucing-kucing itu berantem aku yang melerai dan ya ikutan berdarah kena cakar-nya patah (nasib pemilik kucing ya haha) sedihnya darah patah banyak sekali yang menetes sampai ketangan dan baju aku, bayangin lemes banget itu :"

Karena gak mungkin aku bawa ke dokter lagi (gak punya duit gaes) aku baca-baca di internet, obat apa yang mudah didapat dan ampuh untuk menghilangkan luka?
pas aku searching-searching susah sekali ya mendapatkan informasi yang bisa dipercaya, kebanyakan informasi copy-paste dan gak meyakinkan juga.
ada sih beberapa info yang menginformasikan obat-obat khusus binatan yang harganya selangit, mahal banget tapi.

Finally I found the right website yiatu dari Rumah Steril ! Rumah Steril menulis beberapa tips untuk menyembuhkan luka kucing/anjing dengan cara mudah dan gampang dimengerti.
Kemudian aku ikutin deh dan bener alhamdulillah luka patah cepat kering dan gak jadi bengkak. kalian musti coba yaa!!
Ada dua obat mujarab yang harus tersedia dirumah aku dan ini super murah dan gampang di temuin di apotik dan tentunya AMPUH untuk kucing ku Mr. Patah.
Aku jelasin ya kegunaan obat yang aku pakai sebagai P3K Mr. Patah kalau dia terluka akibat perkelahian dengan kucing sebelah, kalian boleh coba juga!





1. Rivanol : Rivanol ini kegunakaan untuk membersihkan luka yang baru tetapi bisa juga digunakan untuk mensteril luka-luka yang belum sembuh. Teksturnya cair seperti air warnanya kuning dan meninggalkan noda di baju (kalau mau memberi rivanol pastikan kamu gak pakai baju yang berwarna putih ya). Cara pemakaian : Kalau aku biasanya memakai suntikan obat yang biasa dijual untuk hewan, jadi cairan obatnya aku taru di suntikan (suntikannya tanpa jarum ya kaya pipet berbentuk suntikkan) terus aku semprotkan di luka kucing yang terbuka untuk membersihkan lukanya. so simple. Harga : Rp5000,00 s/d Rp10.000,00 di apotik terdekat. Kenapa menggunakan Rivanol ? Karena Rivanol berguna banget untuk membersihkan luka,  membuat luka jadi gak bengkak/tambah parah, menjadi alat bantu merekatkan obat bubuk di luka yang terbuka. ini pengobatan pertama ya!

 2. Nebacetin : Nebacetin ini aku gunakan untuk membuat luka yang terbuka menjadi kering dan membuat proses penutupan luka semakin cepat. Cara Pemakaian : Setelah dibersihkan dengan rivanol, baru deh ditabur dengan Nebacetin, ditabur sampai luka tertutupi bubuk putih nebacetin. Harga : Rp26.000,00 di apotik terdekat. Kenapa menggunakan Nebacetin ? karena Nebacetin benar-benar membantu luka menjadi lebih cepat kering dan tidak membuat luka menjadi berair sehinga luka terbuka tidak dikerubungi lalat, so steril terus.




Ketika Mr. Patah luka, aku memberikan kedua obat itu 3x sehari. Karena ini obat manusia dan obat luka luar, sehingga tidak baik untuk Mr. Patah jika dijilat sama dia, apalagi Mr. Patah tipe kucing yang sangat memberontak ketika diberi obat, jadi harus ekstra banget memegangnya biar dia gak kabur hehehe

Aku menyiasatinya dengan memberikan makanan/snack sehabis memberikan obat! jadi Mr. Patah tidak berfokus dengan luka-nya, lebih fokus ke makanan jadi gak sempet menjilat obat. pintar bukan? (padahal biasa aja haha)
   
Nah ini luka patah yang sudah mengecil yang aku obati dengan kedua obat tadi 3x sehari secara rutin. dan pastikan bahwa kucing kamu gak bandel untuk mengigit kulit kering lukanya, karena kalau ditarik sama nia akan luka dan berdarah lagi!

 

Setelah aku mengetahui P3K untuk kucing, kehidupan aku bersama kucing-kucing menjadi lebih tenang karena aku uda tau kalau kucingku luka, aku bisa mengobati-nya sebelum menjadi lebih parah! gak perlu keluar uang banyak juga tentunya... ya soalnya kan Dokter Hewan bisa 5x lipet biayanya dari Dokter Umum biasa, wajar dong kalau mau berhemat.


Dan sekarang kabar Mr. Patah, masih tetap sering bertarung, kemudian terluka, bertarung lagi, luka lagi gitu aja terus...... :')

Makin rakus juga deng, makanya makin banyak sekarang! jadi gembul, gemash





I love you so bad Mr Patah!

Xoxo,

Nadia Amanda.
 

Dokter Hewan C. Koesharyono : Mr. Patah sakit!

Monday, January 16, 2017

Bad news, my lil baby Mr. Patah jatuh sakit. Patah seperti biasanya, kalau lagi musim "kawin" dia jarang pulang kerumah (kucing ku, patah bukan tipe kucing yang suka ngedon dirumah, tapi suka berpetualang dan menguasai wilayah, yaah namanya juga kucing kampung).

Pada malam selasa tanggal 9 Januari 2017, patah pulang dari petualangannya, terus tidur dikamarku sampai pagi aku mau berangkat kerja dia masih tidur pulas. Aku dan keluargaku berfikir patah sudah selesai dari musim "kawin"-nya, eh tapi pas malam rabu mulai terlihat sikap patah berubah, tiduran terus dikamar dan gak aktif seperti biasanya. Malam kamis, mulai terlihat kaki belakang satu satu-nya bengkak, tetapi tidak terlihat luka jadi aku fikir mungkin dia kegigit serangga atau keseleo dan disitu mulai panik deh.


Pertolongan pertama, aku memberikan obat cataflam yang katanya dapat menghilangkan bengkak. Obatnya itu aku gerus dan beri air terus di cekok-in ke patah. Esoknya, bukanya membaik malah makin parah. Kaki patah makin bengkak dan barulah aku menyadari kalau ada luka bekas gigitan kucing liar/hewan lainnya (sampai sekarang ga tau patah digigit apa). Lukanya lumayan besar jadi oleh mamaku diberikan pengobatan dengan cara menggerus obat-obat terus di baurin ke lukanya. yaah ini emang bukan pengobatan yang seharusnya dilakukan sih, tapi menjadi salah satu alternatif untuk mengeringkan luka.



Ternyata luka yang ada di kaki patah mengalami infeksi yang parah, sepertinya patah di gigit oleh kucing liar yang banyak kuman :( lukanya membesar jadi bolong gitu dan mengeluarkan lendir putih pucat seperti nanah.
patah keadaanya makin lemas, jadi susah jalan dan hanya mau tiduran. bener-bener bikin ga tega keadaanya.
kemudian aku berfikir untuk membawanya ke dokter hewan. Ya aku memang harus berfikir keras, bawa engga, bawa engga. Soalnya biaya yang dikeluarkan pasti besar sekali melebihi biaya berobat manusia dan ternyata benar. Mungkin karena biaya yang masih menjadi masalah banyak kucing sakit yang kemudian dibuang atau ditelantarkan oleh pemiliknya, mungkin karena tidak sanggup merawat kucing tersebut sampai sembuh dan membawanya ke dokter hewan.

Sebelum membawa patah ke dokter hewan, aku searching dulu mengenai dokter hewan. tindakan apa yang biasanya diambil oleh para dokter hewan itu, biaya-biaya, dokter hewan yang direkomendasikan dll.

Karena didaerah rumahku ciputat - tangerang selatan  aku tidak menemukan dokter hewan yang bagus (menurutku) aku jadi membawanya ke Dokter Hewan C. Koes yang berada di dapur susu fatmawati. Pada saat kecil pada pernah melakukan operasi amputasi kaki belakangnya di dokter ini. aku mengetahui dokter hewan ini dari kelompok pecinta kucing @SahabatMeong sebagai perantara pemberi donasi biaya amputasinya patah dulu
Pada hari sabtu aku membawa patah ke Drh C. Koes. Ternyata luka patah telah infeksi berat, sehingga untuk pengobatan patah harus di bius total. Kemudian dokter Koes memanggilku untuk melihat seberapa banyak nanah yang ada di tubuh patah :( dan kejadian yang bikin sedih banget itu, ketika aku harus melihat patah disuntik bius dua kali patah sampai teriak-teriak kesakitan. daaan pada saat aku disuruh masuk keruang bedah melihat patah yang setengah sadar dengan paha belakangnya yang sudah di jahit rapih oleh dokter :(




Ini jadi yang ke dua kalinya untuk patah masuk ke dalam ruang operasi. operasi patah memakan watktu 45 menitan.
Biaya yang aku habiskan untuk berobat patah itu sebesar :
- biaya obat-obatan dan operasi  : Rp 700.000,-
- biaya benang operasi                : Rp 50.000,-
- biaya collar                               : Rp 100.000,-

Untuk aku pribadi biaya segitu sangaaaat lah besar. apalagi tanggal tua seperti ini, yah untuk bayi kesayangan aku harus rela deh pengennya bisa melihat patah yang gesit dan bandel lagi. Setelah selesai operasi, patah diberikan obat cair yaitu antibiotik cair yang harus diminum 2x1 hari dan curcuma plus yang harus diminum 1x1 hari.

Sampai dengan saat ini (hari selasa tanggal 17 Januari 2017) keadaan patah masih belum stabil, badanya masih panas dan lemas, terus kulit dan gusinya menguning. Karena panik, aku telfon deh Drh Koes untuk memastikan patah kenapa jadi berubah kuning? jawabanya itu karena efek abis operasi bukan karena obat.
tapi tetap saja aku sangat khawatir, karena berdasarkan artikel yang aku baca gejala yang patah alami sama dengan gejala penyakit kuning pada kucing. :( what should I do now huhu mau bawa ke dokter lagi tapi keuangan lagi ga memungkin kan. Semoga patah cepat sehat ya nak, lincah lagi ya!!!! Amin.



Karena patah sakit, aku jadi menyadari seberapa pentingnya kita untuk mengetahui penyakit kucing, dokter hewan di sekitar rumah atau dokter hewan yang akan menjadi "langganan" untuk hewan yang kita pelihara. Kesehatan hewan yang kita pelihara itu memang sudah menjadi kewajiban si pemilik hewan. dan sekarang berharap banget ada "bpjs" buat hewan peliharaan walaupun gak mungkin haha tapi ada loh pelayanan kesehatan untuk hewan namanya Pusat Kesehatan Hewan (PUSKESWAN) disetiap kota/kabupaten. Kalau ditempat tinggalku, tangerang selatan ada loh Puskeswan di Jl. Saidi jombang. cumaaa informasi mengenai Puskeswan sangat sedikit, searching di google pun aku tidak menemukan nomor yang dapat di hubungi.

Padahal jika memang puskeswan ini benar-benar berjalan tentunya masyarakat yang memiliki hewan peliharaan jadi terbantu dan membantu mengurangi banyaknya hewan peliharaan yang ditelantarkan karena sakit oleh pemiliknya. Aku rencananya mau survey ke Puskeswan yang katanya Bu Airin gratis biayanya ini. lumayan kan aku bisa membawa patah jadi patah tidak perlu jauh-jauh berobat ke fatmawati!

Aku bakalan update terus tentang kesehatan patah ya, doakan semoga patah kucingku cepat sembuh! amin.

Baca lanjutan ceritanya disini : Tips : P3K untuk kucing yang terluka!

Xoxo,

Nadia Amanda.
 photo envye.jpg
envye blogger theme